Peluncuran Program RISE, Danny Pomanto dan Monash University Australia Letakkan Batu Pertama

Posted by

MAKASSAR, METROTIMUR.COM – Wali Kota Makassar Ir. Moh. Ramdhan Pomanto bersama ASEAN Development Bank (ADB) dan Monash University melakukan penandatanganan nota kesepahaman yang dirangkaikan peletakan batu pertama peluncuran realisasi program RISE percontohan di Kelurahan Batua Kecamatan Mangggala, rabu (21/11/18).

Salah satu kota di Asia fasipik yang mendapat perhatian khusus untuk penataan kawasan kumuh (Slum Area) dari Asian Development Bank adalah Kota Makassar. ADB bersama Monas Univercity setelah beberapa lama di Kota Makassar melakukan penelitian dan kajian lingkungan yang di fokuskan pada wilayah Slum Area, Monas Univercity akhirnya menentukan 12 titik yang akan dilakukan revitalisasi lingkungan dengan pembiayaan dari Asian Development Bank (ADB).

Wali Kota Danny Pomanto kepada awak media menjelaskan, bahwa Revitalising Informal Settlements and their Environments (RISE) yang ditawarkan adalah pendekatan yang digunakan Monash University untuk menerapkan program peningkatan kualitas hidup masyarakat di bidang kesehatan dan lingkungan di kawasan kumuh.

“Jadi ini program yang sangat bersentuhan langsung dengan masyarakat yang berada di Slum area (kumuh), tujuannya adalah untuk peningkatan kualitas hidup khususnya dibidang kesehatan dengan konspe penataan lingkungan yang berada digaris wilayah yang kumuh, ” ungkap Danny Pomanto.

Danny menjelaskan, Makassar dipilih dari pada program RISE merupakan sebuah berkah dan hal ini bukan karena kebetulan. Pasalnya, ada mekanisme sebelum direksi ADB memilih tempat realisasi programnya.

“Program RISE yang tidak mudah, tidak mudah menunjuk Makassar. Maka selayaknya saya terima kasih kepada direktur program RISE. Program RISE yang membahas soal sanitase ini menjadi persoalan di seluruh dunia,” ucap Danny.

Kata dia, Danny mengetahui persoalan sanitasi menjadi persoalan dunia karena dirinya merupakan ketua Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI).

“Makassar juga punya program yang terkait sanitasi, misalnya pembangunan toilet disekolah-sekolah yang sementara berjalan. Ini program khusus kita,” cetusnya.

Karenanya, Danny mengatakan, akan mendukung penuh kegiatan revitalisasi kawasan kumuh melalui program RISE ini.

“Pemerintah Kota Makassar mendukung sepenuhnya kegiatan penelitian RISE ini. Peletakan batu pertama diharapkan menjadi tempat belajar untuk kegiatan RISE dilokasi lainnya di Makassar dan wilayah lain di Indonesia untuk memberikan solusi air, sanitasi dan kesehtan di permukiman kumuh,” katanya.

Sementara itu Konsulat Jenderal Australia, Richard Mateus mengungkapkan, ADB dan Monash Univercity Australia sangat berterima kasih, pemerintah Australia dapat membantu Kota Makassar dengan program RICE ini, program RICE ini adalah program yang sangat penting karena menyangkut hak setiap orang untuk mendapatkan lingkungan yang sehat dan ari bersih.

“Kami memilih Kota Makassar untuk peluncuran program RISE ini adalah karena selain layak untuk diberikan kepada masyarakat Makassar, Wali Kotanya juga sangat terbuka untuk kerjasama ini, ” kata Richard Mateus.

Kemudian apresiasi juga kami sampaikan kepada para peneliti dari Universitas Hasanuddin yang selama ini telah bekerjasama denga para peneliti dari Monash University Australia, ucap Richard.

Turut hadir dalam kegiatan peluncuran program RISE tersebut, yakni, Camat Manggala, Lurah Batua, Kadis PU, Kadis Perumahan dan Kawasaan Permukiman, Kadis Pertanahan dan Kepala Bappeda Kota Makassar. (Ri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *