
MAKASSAR — Persoalan parkir dan kemacetan di Kota Makassar segera mendapat solusi komprehensif. Direktur Utama Perumda Parkir Makassar Raya, Adi Rasyid Ali, bersama Direktur Operasional Andi Ryan Adrianto, menggelar audiensi strategis dengan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Rumah Jabatan Wali Kota, Senin (7/9/2026).
Pertemuan ini menjadi tonggak awal penataan ulang sistem perparkiran kota yang lebih modern, tertib, dan berorientasi pada kualitas pelayanan publik.
Dalam audiensi tersebut, Adi Rasyid Ali memaparkan peta jalan (roadmap) pengembangan infrastruktur perparkiran yang menyasar sejumlah kawasan vital. Untuk mengurai penumpukan kendaraan di area komersial dan pemerintahan, Perumda Parkir mengusulkan pembangunan Satuan Ruang Parkir (SRP) di sekitar Mall Panakkukang dan penataan median Jalan Boulevard.

Tak hanya itu, usulan yang lebih masif juga mencakup pembangunan gedung parkir (building park) khusus roda dua di area Kantor Balai Kota Makassar, pembangunan gedung parkir bertingkat 4 hingga 5 lantai di kawasan Jalan Balai Kota, serta fasilitas parkir terpadu untuk roda dua dan empat di kawasan Taman Macan.
Salah satu terobosan inovatif yang turut disoroti dalam pertemuan ini adalah konsep integrasi tarif parkir dengan tiket event. Langkah ini dirancang untuk menciptakan kepastian tarif bagi masyarakat, memangkas praktik parkir liar, sekaligus mendukung ekosistem penyelenggaraan acara di Kota Makassar agar lebih tertata dan profesional.
Adi Rasyid Ali menegaskan, seluruh rencana strategis ini merupakan respons langsung atas arahan Munafri Arifuddin agar penanganan parkir tidak lagi bersifat parsial atau sekadar mengandalkan pendekatan operasional di lapangan.
“Kami ingin mendorong pengelolaan parkir Kota Makassar menuju sistem yang lebih tertata dan terintegrasi. Penyediaan ruang parkir yang memadai, pembangunan building park, penataan kawasan, serta integrasi tarif parkir dengan kegiatan atau event menjadi bagian dari langkah konkret yang kami siapkan untuk mendukung arahan Bapak Wali Kota,” ujar Adi Rasyid Ali.
Ia optimistis, kehadiran gedung parkir dan SRP di kawasan strategis akan mengoptimalkan pemanfaatan ruang kota, mengeliminasi penggunaan badan jalan sebagai area parkir, serta melancarkan arus lalu lintas.

Senada dengan Dirut, Direktur Operasional Andi Ryan Adrianto memastikan kesiapan teknis di lapangan. Ia menyebutkan bahwa setiap titik usulan akan segera ditindaklanjuti dengan kajian komprehensif, meliputi pemetaan kebutuhan, analisis kapasitas, rekayasa pola sirkulasi, hingga penyesuaian sistem pengelolaan dengan karakteristik masing-masing kawasan.
“Kami telah menyiapkan proposal, kajian teknis, serta estimasi kebutuhan biaya. Dokumen ini akan menjadi bahan pertimbangan Pemerintah Kota Makassar dalam menentukan tahapan dan skala prioritas pembangunan,” tambahnya.
Audiensi ini menegaskan komitmen kuat Perumda Parkir Makassar Raya untuk terus membangun sinergi dengan Pemkot Makassar. Ke depan, wajah perparkiran di Kota Daeng tidak hanya akan berfungsi sebagai tempat menampung kendaraan, melainkan bertransformasi menjadi instrumen pengendalian lalu lintas, wujud digitalisasi layanan publik, serta mesin penggerak Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang akuntabel. (Humas/Red



Tinggalkan Balasan