Batalyion 120 Dituding Tidak Memberi Pengaruh, Dewan Komando: Hamsah Hamid Asal Bicara

Posted by

MAKASSAR, METROTIMUR.COM  – Dewan Komando Batalyion 120, Alim Bachri menilai anggota DPRD Kota Makassar dari Partai PAN tidak menjalankan fungsinya sebagai perwakilan rakyat dalam mengawal aspirasi warga Kota Makassar.

Pasalnya kata Alim, Hamsah Hamid telah memperlihatkan ketidak mampuannya dalam membangun komunikasi dengan masyarakat termasuk, Hamsah Hamid telah menuding kelompok anak muda yang tergabung dalam Batalyion 120 telah melanggengkan tindak kejahatan di Kota Makassar.

“Pak Hamsah Hamid ini asal bicara, kesan yang ditangkap dalam statmennya didalam satu media online, bahwa ia sangat terganggu dengan keberadaan Batalyion 120. Padahal Batalyion 120 dibentuk untuk memutus mata rantai tindak kriminal kelompok anak muda yang ada di kota Makassar, ada apa dengan Hamsah Hamid kenapa merasa terganggu dengan Batalyion 120, ” Kata Alim, sabtu (14/05/2022).

Harusnya Hamsah Hamid sebagai wakil rakyat bersyukur kalau anak muda kita mulai sudah terarah ke wilayah positif. Memang upaya kami di Batalyion belum sempurnah, tetapi perubahan – perubahan terhadap kelompok anak muda yang sering membuat keributan – keributan di jalanan itu mulai berangsur kembali ke jalan yang benar.

“Kami minta kepada pak Hamsah Hamid agar rajin turun, berikan edukasi ke masyarakat, bukan malah bicara tanpa data, fungsi Dewan bagian dari itu, jangan taunya bicara tapi kurang kerja hanya modal bicara saja, bukan itu fungsi Dewan tapi turun langsung ke masyarakat, ” tegas Alim.

Oleh karena itu kita berharap peran semua elemen masyarakat dalam mengamputasi gerakan – gerakan negatif yang sering terjadi dibawah dan membuat resah masyarakat, agar kita bersama – sama bersatu padu untuk menyelesaikannya, “Bukan malah membuat pata semangat seperti tudingan anggota DPRD Makassar dari Partai PAN yakni Hamsah Hamid, ” tegasnya.

 

Diketahui sebelumnya, pernyataan Hamsah Hamid terhadap keberadaan Batalyion 120 dipertanyakan oleh DPRD Makassar.

Keberadaan Komunitas Batalyon 120 yang dibentuk Pemerintah Kota Makassar untuk menjaga keamanan dan ketertiban kota agar tetap kondusif dipertanyakan anggota DPRD Kota Makassar.

Anggota DPRD Makassar, Hamzah Hamid mengungkapkan, Komunitas Batalyon 120 sejauh ini tidak terlalu memberi pengaruh terhadap maraknya aksi kekerasan jalanan di Kota Makassar. Bahkan kata dia komunitas tersebut berpotensi mengarahkan anggota-anggotanya melanggengkan kekerasan.

“Dari namanya saja kelihatan bagaimana yah, membentuk anak seperti militer. Dari namanya saja ini diarahkan untuk bagaimana anak-anak ini dibekali dengan ilmu tempur. Ini juga saya liat, dibawa ke rana-rana politik, saya lihatnya seperti itu,” ungkap Hamzah, Kamis (12/5/2022).

Menurutnya inisiasi membentuk komunitas pengamanan yang beranggotakan anak-anak muda tidak bisa hanya sekedar dibentuk. Menurut anggota DPRD tiga periode itu mereka perlu mendapatkan pembekalan dan pelatihan agar tidak salah arah.

“Tapi kan kalau hanya sekedar dibentuk, dibuatkan baju. Setelah itu tidak diberikan pemahaman bakal semakin liar,” katanya. Program tersebut kata Hamzah hanya bisa dijalankan dengan baik jika pengelolaannya jelas.

“Tapi kan kalau hanya sekedar dibentuk, dibuatkan baju. Setelah itu tidak diberikan pemahaman bakal semakin liar,” jelasnya.

Hamzah juga mengkritik pemberian nama komunitas yang dianggap terlalu mengarah pada kekerasan.

“Bagus yah karna menggait anak-anak dari berbagai elemen dibuat sebuah komunitas tapi jangan sampai yang membuat semakin ini, karna merasa mendapatkan sebuah wadah dan kekuatan apalagi namanya ini juga aduh luar biasa,” sambungnya.

Sebagaimana diketahui, aksi kekerasan jalanan di Kota Makassar kian marak terjadi. Seperti yang menimpa seorang pedagang kaki lima di Kecamatan Tamalate.Ia diserang geng motor hingga menderita luka sabetan senjata tajam di tubuhnya.

Sementara Batalyon 120 Makassar merupakan organisasi pemuda yang merangkul ribuan anak lorong yang memiliki sejumlah latar belakang salah satunya mantan preman berusia 15 hingga 35 tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *