MAKASSAR, METROTIMUR.COM – Asap tebal yang menyelimuti wilayah Kecamatan Manggala akibat terbakarnya tumpukan sampah yang ada di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Antang yang terletak di Jalan AMD Borong Jambu Kelurahan Tamngapa Kecamatan Manggala, Pihak UPTD Sampah Antang mengusulkan ke Pemerintah untuk pengadaan mobil penyiram, ahad (14/10/18).
Selama lima hari berturut – turut TPA Antang mengeluarak kepulan asap tebal akibat terbakarnya tumpukan sampah yang ada di TPA Antang yang mengakibatkan warga disekitarnya, sebagian harus meninggalkan rumah pada malam hari.
Menurut keterangan dari Pihak UPTD Sampah Antang, Syawaluddin, bahwa terbakarnya tumpukan sampah yang melahirkan kepulan asap tebal, itu karena diindikasi adanya proses pemanasan didasar lantai tumpukan sampah. Pihak UPTD pun menepi, bahwa kebakaran tersebut bukan karena ada unsur kesengajaan tetapi terjadi proses pemanasan.

Foto: Kebakaran TPA Antang Kec. Manggala Kota Makassar
Untuk itu pihak UPTD Sampah Antang, berharap kepada Pemkot Makassar untuk bisa menyalurkan kendaraan oprasional berupa kendaraan penyiram.
“Damkar tetap pada kewenangannya, kami dari pihak UPTD juga bermohon kepada Pemkot Makassar, agar kiranya bisa menyediakan mobil penyiram guna penanganan baik itu ketika terjadi kebakaran yang tiba – tiba, maupun berfungsi untuk pencegahan, ” kata Syawaluddin, Kepala Tata Usaha UPTD Sampah Antang.
Menurut Syawaluddin, ketika pengadaan mobil penyiram itu terealisasi, maka secara otomatis ada penangan lebih awal sebelum mobil Damkar tiba dilokasi. Kemudian, dengan adanya mobil penyiram tersebut, jika ada potensi terjadi kebakaran kita bisa lakukan pencegahan dengan melakukan penyiraman untuk menurunkan tempartur panasnya, terang Syawaluddin.
Diketahui, lahan TPA yang memiliki luas 16, 8 hektar dengan tumpukan sampah yang terpisah dalam bentuk gundukan sampah yang disebut dengan nama blok oleh pihak TPA, itu memerlukan titik – titik sumber mata air disetiap bloknya. Dari keterangan pihak UPTD, kendalanya adalah minimnya peralatan – peralatan seperti, sumur bor, mesin genset dan pipa air, sehingga ketika terjadi kebakaran, ruang gerak penanganannya terbatas. Olehnya pihak UPTD Sampah mengusulkan kepada Pemkot Makassar mobil penyiram sebanyak 2 unit.
“Jadi kiranya permohonan 2 unit mobil penyiram bisa dipenuhi, tujuannya, dalam rangka pencegahan sebelum terjadi kebakaran ataupun sebagai percepatan pemadaman awal ketika terjadi kebakaran, dan ini bagian dari solusi yang kami sampaikan, ” kata Syawaluddin.
Syawaluddin menambahkan, selama ini dalam penanganan awal sebelum mobil Damkar tiba, jika terjadi kebakaran pada gundukan sampah, para petugas TPA hanya menggunakan alkon, itupun kemampuannya sangat terbatas. Kemudian sumber air yang kita harap, itu hanya pada selokan air TPA itu sendiri. Intinya kita mau lakukan pencegahan terjadinya kebakaran, untuk itu kami mengusulkan kepada Pemkot Makassar pengadaan mobil penyiram khusus untuk TPA Antang, ” tambahnya.
Diketahui, berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak UPTD Sampah Antang, asap tebal tersebut diakibatkan terjadinya kebakaran yang diakibatkan adanya proses pemanasan pada dasar lantai tumpukan sampah, kemudian tingkat kematangan gas metan yang dikandung juga menjadi salah satu pemicu terjadinya kebakaran. (Ron).




Tinggalkan Balasan