Dihadiri Plt. Kadis Sosial Provinsi Sulsel, Kabid Dayasos Buka Kegiatan Pembinaan Fasilitator Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu

Posted by

MAKASSAR – Kegiatan pembinaan sistem layanan dan rujukan terpadu (SLRT) resmi dibuka di Hotel Max One, Selasa, 9 Juli 2024, oleh Kepala Bidang Pemberdayaan dan Restorasi Sosial, Elyza, SE. Kegiatan ini dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, Abd. Malik Faisal, serta narasumber Supardi, yang berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam meningkatkan potensi pekerja sosial di masyarakat.

Dalam sambutannya, Elyza menyampaikan pentingnya pembinaan ini sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas para fasilitator SLRT di setiap kelurahan di Kota Makassar. “Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui layanan yang lebih efektif dan terintegrasi. Dengan adanya fasilitator yang terlatih, kita dapat lebih cepat merespons kebutuhan masyarakat,” ungkap Elyza.

Elyza menjelaskan bahwa SLRT berfungsi sebagai mata rantai penting bagi pemerintah dalam memahami kondisi masyarakat. “Melalui sistem ini, pemerintah dapat mengidentifikasi dan memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. SLRT juga berperan sebagai wadah untuk memberikan informasi dan rujukan yang tepat bagi masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.

Plt. Kadis Sosial Provinsi Sulsel, Abd. Malik Faisal, dalam kesempatan itu menyatakan dukungannya terhadap kegiatan ini. “Kami berharap kegiatan pembinaan ini dapat melahirkan fasilitator yang handal dan kompeten. Dengan demikian, layanan sosial di setiap kelurahan dapat berjalan dengan baik, dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung,” ujarnya.

Supardi, salah satu narasumber, menjelaskan lebih lanjut mengenai mekanisme SLRT dan perannya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Sistem ini tidak hanya membantu dalam penanganan masalah sosial, tetapi juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kehidupan mereka. Ini adalah langkah menuju pemberdayaan masyarakat yang lebih baik,” jelas Supardi.

Kegiatan ini diikuti oleh para fasilitator, pekerja sosial, dan perwakilan dari berbagai kelurahan di Kota Makassar. Mereka tampak antusias mengikuti berbagai sesi pembinaan yang dirancang untuk memperdalam pemahaman dan keterampilan dalam pelayanan sosial.

Elyza menegaskan, dengan meningkatkan kapasitas fasilitator, diharapkan mereka dapat lebih efektif dalam memberikan layanan kepada masyarakat. “Kita ingin setiap kelurahan memiliki tim yang siap sedia dan mampu merespons berbagai isu sosial dengan cepat dan tepat. Ini adalah komitmen kita untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutup Elyza.

Kegiatan pembinaan ini diharapkan dapat memperkuat jaringan dan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya memberikan layanan sosial yang lebih baik dan lebih responsif. Dengan dukungan semua pihak, program SLRT dapat berjalan dengan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di Kota Makassar.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *