Makassar, metrotimur.com – Kader Partai Amanat Nasional mengakui tingkat keinginan masyarakat dalam menentukan pilihan di Pilwakot Makassar sangat terbilang tinggi mengingkan Petahana.
Hal tersebut disampaikan oleh kader senior PAN Sulsel, Muh.Rusdi, setelah melihat perkembangan politik di Kecamatan Manggala khususnya basis suara beberapa anggota Dewan Makassar dan Provinsi, baik pada Pilwalkot maupun Pilgub. Menurutnya suhu politik di Kelurahan Bangkala Manggala yang juga merupakan lumbun suara untuk Pilwalkot Makassar, para pemilik suara yang hampir mencapai 10 ribuan lebih suara yang berasala dari 10 RW 55 RT, masih didominasi warganya menginginkan petahana Danny Pomanto.
“Saya berbicara fakta karena saya warga disana dan saya tau persis karakter pemilih di Kelurahan Bangkala, hubungan emosional masih menjadi indikator dalam menyalurkan hak politiknya, kemudian kultur warga Bangkala juga kerifan lokalnya masih sangat kental dan saya tahu di wilayah itu sangat minim mau bergabung atau menjadi pengurus Partai Politik, masih mengandalkan instruksi tokoh masyarakatnya ataupun tokoh pemudanya, ” terang Muh. Rusdi, jum’at malam (19/1/18).
Dari informasi jaringan saya diwilayah Kecamatan Manggala juga sebagai tim penjaringan pada Pilgub mendatang mengatakan, tingkat keinginan warganya untuk Pilwalkot mendantang itu masih sangat menginginkan petahan Danny Pomanto, alasannya beberapa program Danny Pomanto yang berbasis lorong itu menjadi maghnit bagi mereka, dimana program lorong tersebut itu langsung dirasakan warga lorong. Kemudian selain indikator program lorong, ada kesan yang disampaikan kepada Parpol kalau ada kekecewaan, kasarnya ada komitmen yang tidak terealisasi dengan elit parpol di wilayah..
“Tingkat keinginan memilih sang petahana (Danny) ada beberapa indikator program Danny Pomanto yang langsung menyentuh tingkat bawah, mislanya penataan lorong ditambah dengan penerangan lampu lorong dan lain – lain yang berbasis lorong. Kemudian yang paling nampak keinginan itu juga karena lahirnya tingkat ketidak kepercayaan masyarakat kepada keputusan Partai akibat dialihkannya dukungan ke kandidat lain atau ke rivalnya.
“Ini fakta dan harus diterima sebagi struktural partai yang berdomisili diwilayah tersebut dan itu harus diakui bahwa ketika konsituen tinggalkan kita tentu harus kita terima, pasalnya secara fakta bahwa partailah yang sebenarnya yang lebih awal meninggalkan para simpatisan atau konsituen dimana sebelumnya sejumlah partai termasuk partai PAN yang telah menyatakan akan mendukung Danny Pomanto itu dialihkan mendekati pendaftaran di KPU, ” Kata Muh.Rusli.
Kendati demikian sebagai kader harus konsisten kata Muh.Rusdi, apapun itu yang menjadi keputusan Partai termasuk saya sebagai pengurus PAN Sulsel, karena perlu juga diketahui level kepengurusan tidak kemudian kita hanya bisa bekerja sesuai dengan kedudukan dikepengurusan, meskipun di tingkat Provinsi tetapi pilwalkot juga harus menjadi bagian yang terpenting untuk kita menangkan, terang Muh.Rusli.
Faktanya kata Muh.Rusdi, saya ambil contoh di tempat saya tinggal yakni di Kelurahan Bangkala Kecamatan Manggala, meskipun gerakan penjaringan yang kita lakukan yang terstruktur dengan baik dengan kolaborasi dengan parpol yang lain, masyarakat disekitarnya tetap bertahan pada komitmen yang pernah dibangun kalau Parpol akan mendukung petahana Danny Pomanto.
“Pasti repotlah…fenomena politik pada Pilkada serentak di sulsel ini (Koalisi Rakyat vs Koalisi Parpol) sepertinya memberi pencerahan dan pendidikan berdemokrasi yang baik yang melahirkan pola pikir masyarakat sebagai pemilik suara yang sah kemudian tidak kemudian merujuk lagi kepada panggung demokrasi (Parpol) untuk menjadi wadah dalam menyalurkan hak politiknya, tetapi melihat fakta positif yang dia rasakan, ” ungkap Muh.Rusdi.
Tapi Kata Muh.Rusdi yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPW PAN Sulsel mengatakan, “Kami tetap optimisi dan tetap kita lakukan pendekatan emosional kepada masyarakat, pengakuan ini bukan berarti kita harus pesimis, tetapi ini adalah pengakuan yang bisa kita jadikan motivasi untuk bisa bekerja dengan lebih baik lagi untuk memenangkam usungan kita, pasalnya pilkada kali ini berbeda dengan pilkada sebelumnya yang pernah diselenggarakan di Sulsel, baik ditingkat Kab/Kota maupun di Pilgub, lagi trend Koalisi Rakyat vs Koalisi Perpol, oleh karena itu kita masih akan ada lagi agenda politik yang lebih besar lagi yakni Pemilu 2019 jadi tetap bekerja dengan menghadirkan politik yang bermatabat, ” kata Muh.Rusli.
Rusli berharap meskipun harus sekarang kita akan berhadapan dengan Koalisi Rakyat, teman – teman partai atau para anggota Dewan yang berasal dari dapil IV Panakukang Manggala untuk bisa terus melakukan pendekatan emosional dan pendidikan politik yang cerdas kemudian hindari gerakan – gerakan yang bisa berpotensi menciptakan peta konflik, tetap semangat dan terus berkoordinasi, perlu diingat bukan hanya kepentingan di Pilwalkot saja tetapi kepentingan di Pilgub takkalah jauh pentingnya untuk ikut kita menangkan, tutup Muh.Rusdi. (Ic/fhr).




Tinggalkan Balasan