FPTI Kota Makassar Usulkan Atlet Ikuti Eiger Independence Sport Climbing Competition 2026 di Bandung

Posted by

METROTIMUR.COM – Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Makassar mengajukan usulan strategis kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar untuk mengirimkan atlet binaannya mengikuti Eiger Independence Sport Climbing Competition (EISCC) 2026 di Bandung.

Usulan ini disampaikan dalam sesi monitoring dan evaluasi (monev) perkembangan program latihan cabor panjat tebing sore ini.

EISCC 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada 14–17 Agustus 2026 di Eiger Adventure Park, Bandung, merupakan salah satu kejuaraan panjat tebing nasional paling bergengsi yang kerap menjadi barometer kematangan teknik dan mental atlet sebelum menghadapi ajang multievent seperti PORPROV atau PON.

Pantauan Langsung Tim Monev di Lokasi TC Lapangan Hertasning

Langkah konkret pembinaan ini bermula dari kunjungan langsung Tim Monev KONI Kota Makassar ke tempat pelatihan (Training Center/TC) FPTI, Jumat sore (7/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, tim melakukan empat poin pengawasan utama untuk memastikan kesiapan atlet menjelang puncak kompetisi.

Pertama, Tim Monev memantau secara mendalam perkembangan fisik dan teknik para atlet selama masa TC.

Kedua, mereka mengevaluasi kesiapan konsep Try Out yang diajukan FPTI sebagai sarana uji coba nyata.

Ketiga, tim memeriksa kelengkapan sarana dan prasarana latihan untuk memastikan tidak ada hambatan teknis bagi atlet. Keempat, Tim Monev mendata target medali emas serta capaian prestasi sebelumnya sebagai tolok ukur keberhasilan program.

“Kami tidak hanya melihat data di atas kertas, tapi turun langsung melihat keringat dan progres atlet di dinding panjat. Dari sini kami bisa menilai apakah usulan try out ke Bandung memang mendesak dan relevan,” ujar Nurdin Tajrin sebagai Penanggung jawab Kegiatan Monev sore itu.

Strategi “Try Out” Berbasis Kompetisi Nasional

Sekertaris Umum FPTI Kota Makassar menyatakan bahwa partisipasi dalam EISCC bukan sekadar ajang pencarian prestasi, melainkan bagian integral dari siklus pembinaan jangka panjang.

“Kami melihat EISCC sebagai try out berkualitas tinggi. Di sini, atlet kita akan bertemu dengan rival-rival terkuat dari seluruh Indonesia.

Ini adalah ujian nyata untuk mengukur sejauh mana progres latihan TC yang telah mereka jalani,” ujarnya saat mempresentasikan rencana kerja di hadapan Tim Monev KONI.

FPTI menekankan bahwa pengalaman bertanding di bawah tekanan kompetisi nasional sangat krusial untuk membentuk ketahanan psikologis (mental toughness) atlet, terutama menjelang puncak musim kompetisi di akhir tahun.

Respons Positif & Penajaman Target

Menanggapi hasil pantauan lapangan, Tim Monitoring dan Evaluasi KONI Kota Makassar Nurdin Tajrin, memberikan apresiasi atas inisiatif FPTI. Menurut Ia pendekatan berbasis kompetisi eksternal seperti ini sejalan dengan roadmap pembinaan KONI yang mengutamakan output berupa medali dan peningkatan peringkat nasional.

“Usulan ini sangat relevan. Kami mendukung penuh asalkan ada kajian teknis mengenai kesiapan fisik atlet pasca-TC dan alokasi anggaran yang efisien.  Ujarnya.

” NEISCC harus benar-benar dimanfaatkan sebagai batu loncatan, bukan sekadar ‘wisata olahraga’,” tegas perwakilan Tim Monev KONI.

Persiapan Menuju Agustus 2026

Menunggu persetujuan prinsip dari KONI, FPTI Kota Makassar kini tengah menyelesaikan administrasi pendaftaran dan seleksi internal untuk menentukan atlet yang akan diberangkatkan.

” Fokus utama saat ini adalah memastikan kondisi prima atlet melalui pemantauan intensif oleh tim medis dan pelatih selama sisa masa TC ”

Dengan dukungan penuh dari KONI Kota Makassar dan hasil evaluasi yang transparan, FPTI optimistis bahwa partisipasi di Eiger Independence Sport Climbing Competition 2026 akan menjadi momentum penting bagi atlet panjat tebing Makassar untuk unjuk gigi dan mengasah insting juara di level nasional. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *