
MAKASSAR, metrotimur.com — Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Makassar tak ingin sekadar menjadi peserta pada ajang Pekan Olahraga Provinsi Sulawesi Selatan (Porprov Sulsel). Organisasi ini menyiapkan langkah strategis dengan merancang Kejuaraan Panjat Tebing Piala Wali Kota berskala nasional sebagai ajang pemanasan sekaligus uji kualitas atlet.
Turnamen tersebut dirancang terbuka bagi atlet dari berbagai daerah di Indonesia. Tujuannya jelas: menghadirkan atmosfer kompetisi yang lebih ketat agar atlet Makassar terbiasa menghadapi tekanan pertandingan sebelum turun di Porprov maupun kejuaraan yang lebih tinggi.
Sekretaris Umum FPTI Makassar, Mustari, mengungkapkan konsep kejuaraan saat ini masih dalam tahap pematangan, termasuk penentuan jadwal pelaksanaan.
“Kami rencanakan Piala Wali Kota tingkat nasional, tapi jadwalnya masih kami matangkan,” ujarnya, Kamis (18/2/2026).
Menurut Mustari, kejuaraan tambahan sangat penting dalam proses pembinaan. Jam terbang bertanding dinilai menjadi faktor kunci untuk meningkatkan catatan waktu, ketepatan teknik, serta kematangan mental atlet.
“Pengalaman bertanding secara rutin akan meningkatkan kepercayaan diri sekaligus kesiapan menghadapi tekanan saat kompetisi resmi berlangsung,” tambahnya.
Di sisi lain, ia juga mengingatkan agar seluruh atlet tetap menjaga kondisi fisik selama masa persiapan. Intensitas latihan yang tinggi harus dibarengi dengan manajemen pemulihan dan pencegahan cedera, mengingat program latihan akan berlangsung hingga akhir tahun.
“Kami ingin peningkatan prestasi tetap dalam batas aman. Jangan sampai ada cedera yang justru menghambat target,” tegasnya.
Di bawah kepemimpinan A. Bukti Jufrie, S.P., M.Si, FPTI Makassar optimistis rangkaian pembinaan dan agenda kompetisi ini akan melahirkan atlet yang lebih matang, baik secara teknik maupun mental. Dengan persiapan yang terstruktur dan kompetitif, panjat tebing Makassar diharapkan mampu tampil maksimal serta menyumbangkan medali bagi daerah pada setiap ajang yang diikuti. (**)

