Makassar, metrotimur.com – Masih banyaknya kendala yang terjadi di sektor perparkiran di kota Makassar, Humas Pemkot Makassar menggelar coffe morning dengan para awak media dengan menghadirkan narasumber, diantaranya Dirut PD Parkir, Irianto Ahmad dan Dirops Pd Parkir Syafrullah Dan dari pihak Dishub Makassar, yang diselenggarakan pagi tadi dijalan Arief Rate, Kamis (4/5/17).
Tujuan dilaksanakannnya kegiatan tersebut untuk mendengar langsung apa saja yang menjadi kendala dilapangan atau yang menjadi temuan bagi para teman – teman media. Olehnya Dirut PD Parkir sangat mengapresiasi kegiatan tersebut.
” kami sangat mengapresiasi kegiatan yang di inisiasi oleh Humas pemkot, tentu melalui kegiatan seperti ini merupakan salah satu bentuk kerjasama yang sangat baik dalam mendengar apa – apa saja yang menjadi temuan dan keluhan warga ataupun pengguna jalan, sehingga melalui kegiatan seperti ini bisa kita bisa sama – sama menjawab atau memeberikan solusi yang terbaik “, kata Irinto Ahmad.
Mengenai kendala yang mendasar adalah, adanya pihak ataupun pengusaha yang tidak memanfaatkan AMDAL Lalinnya, sehingga mereka lebih memikirkan bagaimana usaha mereka bisa ramai oleh pengunjung tanpa memikirkan kebutuhan para pengunjungnya yakni parkir, kemudian di tambah lagi dengan tingkat kesadaran masyarakat tentang tertib parkir yang masih kurang, ungkap Irianto Ahmad.
Tetapi meskipun begitu, PD parkir tetap menjadi penanggung jawab akan hal itu termasuk bagaimana para jukir yang kami tempatkan untuk lebih profesional lagi dalam mengatur kendaraan yang parkir, terang Irinto Ahmad.
Mengenai Jukir Liar dan Parkir Liar, kami dari Pihak PD parkir mengajak kepada seluruh stakholder terkait untuk turun bersama – sama melakukan penertiban, termasuk retribusi yang tidak sesuai dengan Pertauran Daerah yang berlaku, Kata Irianto Ahmad.
Sementara itu Pihak Dishub Makassar, yang di wakili oleh Kabid Sarana dan Prasarana, Andi Asminullah mengatakan, kami dari Dishub tentu akan terus mengawal bagaimana titik parkir yang sering mengakibatkan kemacetan kita bisa tertibkan, kami terus akan lakukan tindakan tegas dengan cara menggembok, meskipun kita ketahui menggembok kendaraan bukanlah solusi.
” sanksi penggembokan bukan inti solusi apalagi alat gembok juga yang kita miliki itu baru 5 buah, sementara pelanggaran para pemarkir kendaraan masih terbikang banyak, olehnya penggembokan akan tetap akan kita berlakukan, dan rencananya tahun ini kita akan menambah gembok sebanyak 150 gembok, yang pastinya kita berharap efek jera bisa merubah pola pikir masyarakat untuk bisa lebih tertib lagi dalam memarkirkan kendaraanya “, Kata Andi Asminullah. (Ron).




Tinggalkan Balasan