Makassar, metrotimur.com – Indira Mulyasari Paramastuti menunggu pinangan resmi dari incumbent Danny Pomanto.
Hal tersebut disampaikan usai mengikuti sidang paripurna di Gedung DPRD Kota Makassar, senin (9/10/17). Mencuatnya nama Wakil Ketua DPRD Makassar dari fraksi Nasdem Indira Mulyasari Paramastuti sebagai bakal calon pendamping Danny Pomanto 2018 , menurut Indira dirinya masih menunggu pinanngan resmi dari sang petahana.
“Sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari pak Danny, setelah pinangan resmi pak DP sudah ada, saya akan bicara kepada media dan juga saya akan bicarkan kembali ke partai Nasdem, ” Kata Indira.
Indira tidak menampik soal komunikasinya dengan petahana Danny Pomanto soal keinginan menggandeng dirinya, menurut Indira dari komunikasi awal itulah kemudian saya menyampaikan ke partai.
“Setelah saya mendengar langsung dari pak DP saya langsung komunikasikan ke partai, tetapi komunikasi awal itu baru sifatnya secara lisan belum secara resmi, jadi saya juga belum mengatakan ya atau tidak, karena kan harus secara resmi, ” terang Indira.
Namun tidak dipungkiri juga, dinamika yang berkembang yang juga saya tidak mengerti tiba – tiba saja menjadi perbincangan dimana – mana. Merebaknya informasi tersebut, menurut Indira “Saya juga berasumsi bahwa keinginan pak DP tersebut juga sudah masuk di ruang komunikasi politik yang dilakukan oleh pak Danny dengan partai lain, ataupun berkomunikasi dengan orang terdekatnya, ” Kata Indira.
Mengenai sanksi yang akan diterima dari Partai Nasdem ketika pinangan resmi sang petahana, menurut Indira, dirinya sudah mengetahui sanksi – sanksi tersebut, mundur atau dimundurkan sebagai kader Partai Nasdem.
“Jika tiba masa pinanangan resmi pak Danny itu datang, maka tentu menjadi sebuah pilihan politik bagi saya pribadi, karena saya besar di Nasdem dan saya mencintai Nasdem dan saya juga bekerja selama ini untuk Nasdem, semua saya serahkan kepada partai, toh kemudian saya akan menerima pinangan sang petahana, maka mungkin itu takdir politik saya dan saya akan jalani dengan ikhlas, ” kunci Indira. (Ron)



Tinggalkan Balasan