MAKASSAR, METROTIMUR.COM – Tokoh pemuda di Gowa Hirsan Bahtiar mengharapkan agar hari guru yang jatuh 25 November dijadikan momentum menghentikan kekerasan terhadap guru, ahad (25/11/18).
Maraknya tindak kekerasan yang dilakukan oknum siswa akhir-akhir ini cukup mencengankan.
Ironisnya korbannya adalah guru mereka sendiri. Masih hangat dipembicaraan beberapa waktu lalu video viral diberbagai media sosial bagaimana seorang sisea beramai-ramai menendang guru mereka.
Hingga Gubernur Jateng Ganjar Pranowo ikut angkat bicara agar pihak terkait segera melakukan penyelidikan akan peristiwa ini. Banyak kasus serupa yang terjadi bahkan yang lebih ekstrim lagi berakibat luka serius ataukah sampai berujung kematian guru.
“Ini fatal, ada yang salah dengan generasi kita sepertinya dan ini harus dihentikan,” ungkap Hirsan Bachtiar yang juga mantan Ketua KNPI Gowa 2005-2008 ini.
Nilai penghargaan pada yang lebih tua kata dia, sudah sangat memudar, menghormati orang yang mengajar kita itu wajib, bahkan nyaris sederajat wajibnya kita hormati seperti pada kedua orangtua kita.
“Kita perlu merevitalisasi nilai-nilai penghargaan kita terhadap guru kita. Harapan besar saya pada orangtua yang menjadi madrasah awal belajar para generasi kita, agar perlunya mereka tekankan pada anak-anak mereka perihal pentingnya menghargai dan menghormati para guru-guru disekolah mereka,” tambah mantan Ketua KPU Gowa itu.
Hirsan Bachtiar mengatakan, Hari Guru tahun ini tak boleh lepas momentumnya bagi kebaikan para guru kita dan para murid, dan siswa-siswinya.
“Jika komitmen bersama ini bisa kita wujudkan, saya yakin guru kita akan betul-betul mampu mewujudkan sebuah generasi emas bagi bangsa ini kedepan,” kata Hirsan. (Red)




Tinggalkan Balasan