MAKASSAR, METROTIMUR.COM – Wali Kota Makassar, Danny Pomanto pagi tadi, jum’at (25/1/19) melakukan investigasi penyebab banjir di Kecamatan Manggala.
Wali Kota Makassar didampingi oleh Taufiq Rahman Kepala BPBD, Calon Sekda Makassar, Andi Ansar, Kabag Humas Pemkot Muh. Roem dan Camat Manggala Andi Fadly dengan menumpangi perahu karet milik BPBD menyisir wilayah perbatasan Makassar – Maros yang merupakan tembusan aliran air sungai Kajenjeng dan aliran anak sungai Jeneberang menuju Sungai Tallo.
“Hari ini kita tinjau dan kita cari dimana titik – titik tersumbatnya air yang menyebabkan banjir di wilayah Kecamatan Manggala pada tahun ini terbilang sangat parah, ” Kata Danny Pomanto.
Selain untuk mencari solusi kata Danny, ia juga dapat laporan warga, bahwa diduga kuat penyumbatan itu terjadi di perbatasan Makassar – Maros, dimana dari hasil paninjauan langsung pagi tadi, jum’at (25/1/19) dilokasi tersebut dan foto udara melalui pesawat drone, aliran sungai kecil tembusan dari Sungai Kejenjeng terjadi penyempitan di hilir menuju Sungai Tallo.
“Jadi fakta dilapangan memang terjadi penyempitan aliran air akibat adanya penimbunan areal kantong air yang juga merupakan aliran air sungai kecil menuju sungai Tallo, jadi disitu ada pengembang yang melakukan penimbunan besar – besaran, ” terang Danny.
Seperti yang saya sampaikan kemarin di media Nasional, bahwa banjir besar yang terjadi di sejumlah wilayah di Kota Makassar, termasuk di Kecamatan Manggala, itu akibat tata ruang. Oleh karena itu kita harus bicara dengan semua pihak, kita tidak dalam mencari siapa yang salah, tetapi kita duduk bersama untuk mencari solusi.
“Kita cari solusi, hari ini kita dapat petunjuk bahwa diperbatasan Makassar – Maros kita harus buka akses air yang lebih luas lagi, itu solusi pertama yang akan kita lakukan, ” kata Danny.
Tersumbatnya air diakibatkan adanya penyempitan hilir aliran sungai Kajenjeng tembusan ke Sungai Tallo yang melintas diperbatasan Maros – Gowa – Makassar dibenarkan oleh salah seorang tokoh masyarakat Kel. Manggala, H. Bustan.
H.Bustan mengatakan, bahwa akibat tingginya elevasi banjir didaerah Kel. Manggala khususnya yang berbatasan langsung dengan kampung Nipa – nipa, itu dikarenakan adanya pengembang yang melakukan penimbunan yang mengakibatkan sempitnya aliran sungai menuju Sungai Tallo, dan banjir besar tersebut terjadi setelah adanya pihak pengembang yang melakukan penimbunan di areal akses air menuju sungai Tallo.
“Benar sekali, tahun lalu bendungan Bili – Bili tidak dibuka ji, tapi tetap banjirnya parah karena mulut aliran air dipersempit oleh pengembang. Sudah lama sekali warga keluhkan, kita sudah minta sama pihak pengembang, agar aliran sungai kecil menuju sungai Tallo dibuka dan diperlebar, tapi tidak didengarkan, ” ungkap H. Bustan.
Menurut H. Bustan, ia sependapat dengan Wali Kota Makassar, Danny Pomanto untuk duduk bersama dengan semua pihak termasuk pihak pengembang untuk mencari solusi, “Betul, kita duduk bersama dan cari solusi bukan lagi cari siapa salah siapa yang benar, karena kalau semuanya egois termasuk pihak pengembang, yang jadi korban itu kami masyarakat kecil, ” pungkasnya. (ri).




Tinggalkan Balasan