MAKASSAR – Dalam rangka menjaga estetika kota, Kelurahan Biring Romang Kecamatan Manggala bersama warga pengumpul Sampah daur ulang lakukan penataan lokasi penampungan sampah daur ulang dan penanaman Pohon Talas, Sabtu (22/7/17).
Kelurahan Biring Romang merupakan Kelurahan yang baru terbentuk di Kecamatan Manggala, Kelurahan Biring Romang merupakan pemekaran dari Kelurahan Bangkala, adapun jumlah penduduk setelah pemekaran, dari data juni 2017 sebanyak 10.102 jiwa dari 7 RW dan 44 RT.
Percepatan realisasi program Pemkot juga semakin menunjukkan hasil yang Bagus, tingkat kesadaran masyarakatnya juga mulai secara massif terealisasi , seperti hari ini yang dilakukan di salah satu wilayah yang berpenghuni rata – rata petugas TPA dan sopir angkutan sampah.
Perputaran ekonomi di wilayah tersebut terbilang bagus, dimana para warga yang berprofesi sebagi pengumpul sampah daur ulang sudah menjadi penghasilan pokok mereka, meskipun sebelumnya banyak mendapat sorotan dari sebagian warga yang berbatasan dengan permukiman tersebut, dimana tidak tertatanya tempat penampungan sampah daur ulangnya, termasuk memarkir kendaraan sampahnya yang menggunakan badan jalan, sehingga selain menganggu pengguna jalan, estetika kota juga nampak tidak Indah dipandang mata.
Olehnya Lurah Biring Romang, Rahmat, SE, sebagai tindak lanjut dari instruksi Ketua TP PKK Kota Makassar, Indira Jusuf Ismail, setelah melakukan gerakan sentuhan hati dan melakukan koordinasi dengan Ketua RW dan RT dan warganya, hari ini pihak Kelurahan Biring Romang, Pengurus LPM dan warga melakukan penataan dan penanaman pohon di sepanjang jalan tersebut.
” Alhamdulillah setelah kami rembuk , kemudian memberikan pandangan , hari ini kami bersama LPM dan warga turun bersama – sama melakukan penataan dan penanaman pohon di sepanjang jalan tersebut, untuk pohon pandan sementara kami mencari bibit yang tepat “, Kata Lurah Biring Romang, Rahmat.
Kita berharap ini terus berkelanjutan sehingga warga yang berprofesi sebagai pengumpul sampah daur ulang sudah bisa lebih tertib lagi, termasuk memarkirkan kendaraan sampah yang tidak menganggu pengguna jalan, harap Lurah Biring Romang, Rahmat.
Mengenai pengumpul sampah daur ulang dengan Bank Sampah di wilayah memang belum terkoneksi, alasannya nilai transaksinya belum seiring, dimana para pengumpul sampah masih memilih menjual langsung ke pengusaha luar ketimbang menjual ke Bank Sampah, tetapi kita terus berusaha untuk bagaimana bisa terkoneski, minimal untuk saat ini estetika di wilayah tersebut sudah tercipta, tutup Lurah Rahmat. (Ron).



Tinggalkan Balasan