MAKASSAR, METROTIMUR.COM – .Menghadapi masa depan bangsa,di era globalisasi, demokrasi dan otonomi daerah kehidupan dan ketahanan masyarakat Indonesia sebagai dasar ketahanan nasional memerlukan perhatian dari seluruh kekuatan bangsa untuk mewujudkan tuntutan dari hati nurani seluruh rakyat yang mandiri, tangguh, maju, adil dan makmur sebagaimana amanat Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia.
Kekuatan bangsa perlu didukung dengan Lembaga yang dapat menyatukan semangat dalam jiwa kehidupan masyarakat Kelurahan yaitu Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) yang merupakan lembaga kemasyarakatan yang telah berperan aktif dalam pembangunan sebagai mitra pemerintah dlm perbendayaan. Untuk itu LPM harus tetap dijaga dan ditingkatkan sebagai lembaga yang mampu menggerakkan pembangunandi segala aspek kehidupan.
Seperti yang dilaksanakan oleh Asosiasi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kota Makassar yang menyelenggarakan rapat kerja terkait revisi AD/RT LPM Kota Makassar yang diselenggarakan di Hote Asyira, jalan Maipa Makassar, sabtu (24/11/18). Pada Reker LPM tersebut hadir sekaligus membuka kegiatan Ketua Dewan Pembina Evaluasi Desa & Kelurahan Kota Makassar, Indira Jusuf Ismail, Bappeda dan Kepala BPM Kota Makassar, Iskandar Lewa serta 153 Ketua LPM Sekota Makassar, Pakar Hukum Tata Negara Prof. Ilmar Aminuddin selaku pemateri.
Raker penyusunan revisi AD/RT & Program kerja merupakan kali pertama dilaksanakan oleh Asosiasi LPM Kota Makassar dengan melibatkan seluruk Ketua LPM Sekota Makassar, hal ini terlaksana atas koordinasi antara pengurus Asosiasi LPM kota makassar dgn BPM. Menurut Ketua Asosiaasi LPM Kota Makassar, Elber Maqbul Amin, Raker LPM yang dilaksanakan hari ini adalah kali pertama dilaksanakan dengan melibatkan semua para Ketua LPM Sekota Makassar & hari ini menjadi sejarah & ke syukuran kami dpt melaksanakan berkat suppor dari pemerintah kota dlm hal ini BPM.
“Tidak seperti Raker sebelumnya, pada Raker kali ini semua Ketua LPM Sekota Makassar kita libatkan, banyak hal yang harus kita musyawarakan dlm penyatuan presepsi terutama dlm hal AD/ART & Program Kerja, maka dgn adanya revisi AD/ART sebagai landasan bekerja LPM, secara otomastis semua harus terlibat, dan ini kali pertama dilakukan, ” ungkap Elber Maqbul Amin, Ketua Asosiasi LPM Kota Makassar, ahad (25/11/18).

Banyak hal yang harus kita koneksikan dengan agenda – agenda kerja Pemerintah itu sendiri, Kata Elber, maka kami dari LPM sampai pada kesimpulan landasan bekerja kita harus direvisi untuk mengikuti speed percepatan keinginan masyarakat yang menjadi landasan perencanaan pembangunan disegala sektor oleh Pemerintah. “Nah, LPM harus jadi gardan terdepan sebagai Lembaga Kemasyarakatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat atau kondisi wilayah masing – masing, ” kata Elber.
Lanjut Elber, Makassar Dua Kali Tambah Baik yang menjadi motivasi bagi pembangunan Kota Makassar dibawah kepemimpinan Wali Kota Makasar Ir. Moh. Ramdhan Pomanto, itu akan terwujud jika semua pihak dalam hal ini SKPD mampu bersinergi dengan mitra pemerintah seperti LPM dalam mengawal itu, mengapa..? LPM itu adalah mitra pemerintah dalam konteks mengawal pemberdayaan, penguatannya ada regulasi yang memberi ruang kepada LPM untuk mampu bergerak baik secara Horizontal (Rakyat) maupun secara vertikal sebagai mitra Pemerintah.
“Jadi menurut kami harus ada revisi AD/ART & Program kerja, kita tidak bisa pungkiri dan kita rasakan sebagai pengurus LPM dengan AD/ART yang kita jadikan landasan bekerja sdh tdk relevan lagi di jaman ini maka perlu ada perubahan atau perbaikan kenapa..? konsep pembangunan kota seperti di Makassar itu lajunya semakin cepat, tetapi LPM sepertinya ketinggalan kereta, faktanya ada ruang dimana LPM tidak punya taji dalam mengawal pembangunan diwilayah masing – masing, bahkan boleh dikatakan hanya sebagai penonton, olehnya kami sepakat untuk melakukan revisi AD/RT & program kerja supaya akan kita dorong & sinerjikan dgn program SKPD dalam hal program Pemkot Makassar, ” kata Elber.
Sementara itu Ketua TP PKK Kota Makassar sekaligus sebagai dewan pembina evaluasi perkembangan Desa/Kelurahan berharap LPM dan SKPD mampu menjaling sinergitas, sehingga konteks pemberdayaan itu bisa berjalan sesuai dengan cita – cita Pemerintah dan LPM itu sendiri.
“Kami sangat mengapresiasi cita – cita LPM, termasuk langkah untuk melakukan revisi AD/RT untuk membantu kerja – kerjany, LPM itu sendiri ruang kerja atau kontribusi LPM dalam pembangunan itu sangatlah besar, LPM butuh dukungan penuh dari SKPD dengan membangun sinergitas, kita tentu sama mengetahui, bahwa LPM lah yang mengetahui persis bagaimana kondisi ditingkat bawah sesuai wilayah masing – masing, masyarakat juga selama ini banyak berharap penuh kepada LPM sebagai bahagian penyambung aspirasi masyarakat ke Pemerintah yang biasa disebut dengan Musrenbang, oleh itu butuh sinergitas dengan SKPD, ” kata Indira Jusuf Ismail dalam sambutannya, sabtu (24/11/18) di Hotel Asyira Makassar.
Ditempat yang sama, Kepala BPM Kota Makassar, Iskandar Lewa juga mendukung penuh apa yang menjadi keinginan LPM itu sendiri.
“Tentu kami dari BPM sangat mengapresiasi langkah LPM tersebut sepanjang itu adalah untuk kepentingan rakyat khususnya pada konteks pemberdayaan, kita harus support dengan catatan tidak bertabrakan dengan peraturan – peraturan yang sudah ditetapkan, kami dukung pastinya, ” ucap Iskandar Lewa.
Salah satu upaya kami di BPM untuk meningkatkan semangat kerja bagi LPM itu sendiri, kami sudah merancang sebuah sistem yang berbasia teknologi, seperti Kartu Anggota (Id Card) LPM yang bisa berfungsi sebagai alat transaski perbankan. Kemudian kita juga akan mengusulkan untuk pengadaan Gedung Sekretariat LPM untuk tingkat Kota, bahka kedepan para Ketua LPM juga akan dilengkapi alat komunikasi handphone android.
“Salah satu penunjang semangat kerja dan percepatannya, adalah bagaimana ketersediaan fasilitasnya dalam melaksanakan tugas – tugasnya, termasuk landasan kerja diatas regulasi. Point pentingnya adalah, LPM harus mampu beradaptasi dengan rencana kerja Pemerinta, baik jangka pendek, menengah dan jangka panjang dan berinovasi dalam memberikan solusi, ” tutup Iskandar Lewa. (Ri).




Tinggalkan Balasan