W3.CSS
Nasional

Kepedulian untuk Para Santri Ponpes Darusy Syahadah di Tengah Pandemi Covid-19

BOYOLALI, METROTIMUR.COM – Merajut tali silaturahmi, Tim Survey PT Menara Pundi Mas Abadi berkunjung ke Ponpes Darusy Shahadah yang berada di Desa Kedunglenkong, Simo, Boyolali, Minggu (4/7).

Kedatangan tim survei ke Ponpes terbesar di Boyolali itu bersama Lembaga FUIB, BPD Desa Simo, tokoh agama, tokoh masyarakat selain silaturahmi juga berderma dengan menyalurkan berbagai bantuan alat kesehatan, berupa handsanitizer, masker hingga memberikan penyuluhan bagaimana cara menggunakan alat terapi kesehatan bagi para santri hingga pengurus Ponpes.

Kegiatan sosial yang dilaksanakan tim survei di ponpes itu sangat tepat sesuai yang diinginkan perusahaan.

Kegiatan silatuhrahmi yang dihadiri para tokoh agama, aparatur desa dan masyarakat setempat yang mewakili warga lainnya yang lokasi lahannya kemungkinan akan dipakai untuk pembangunan atau didirikannya tower atau pemancar.

Tim survei yang memiliki tujuan untuk menjalin dan memperkuat tali persaudaraan di tengah banyaknya perbedaan elemen bangsa.

“Salah satu cara menjaga perbedaan yang beragam yakni membentengi diri dan memahami benar hakikat Pancasila dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika. Hal tersebut yang dijadikan semboyan dan pedoman bagi kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia. Dengan saling menghargai satu sama lainnya maka terbangun keutuhan dan kebersamaan dalam membangun negara kesatuan dan bangsa yang majemuk,” kata Ketua Tim Survey, Dimas Anggara Putra.

Pada sisi lain, Humas ponpes, KH Zaenal Abidin mewakili pimpinan ponpes mengatakan sebagai umat manusia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, tidak luput dari rasa keteledoran atau kekeliruan dalam mencari kebenaran yang hakiki.

“Pihak ponpes menerima tamu secara terbuka dan kami tidak menutup diri akan tetapi dari pihak yang ingin berkunjung harusnya memiliki tujuan dan keinginan yang betul-betul bukan hanya sebagai dalih keinginan suatu kelompok atau golongan, namun lebih mementingkan umat,” urainya.

Baca juga : 

Zaenal Abidin menambahkan, dimasa pendemi covid-19 seluruh warga masyarakat maupun santri yang berada didalam pondok harus mematuhi prokes yang dianjurkan pemerintah untuk memutus penyebaran covid-19. “Jaga diri kita, keluarga dan lingkungan kita demi tercapainya program pemerintah yang sedang berjalan yakni PPKM Darurat.”

Keterbukaan Ponpes Darusy Syahadah kepada pihak lain, lanjut Zaenal Abidin, merupakan wujud nyata untuk selalu bersosialisasi antar sesama dimanapun berada. (Dms)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

To Top