Kolaborasi UNM dan Diskominfo Makassar untuk Atasi Cyberbullying

Posted by

MAKASSAR,- Universitas Negeri Makassar (UNM) dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar menjalin kolaborasi untuk mengatasi masalah serius yang kian marak di kalangan generasi muda: cyberbullying. Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik dan memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa, tentang dampak negatif dari perilaku bullying di dunia maya.

Dalam era digital saat ini, cyberbullying menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh pengguna internet, terutama remaja. Berbagai bentuk tindakan seperti pelecehan, intimidasi, dan penyebaran informasi palsu dapat berdampak serius pada kesehatan mental dan emosional korban. Oleh karena itu, UNM dan Diskominfo Makassar sepakat untuk mengambil langkah proaktif dalam menangani isu ini melalui program-program edukatif dan sosialisasi.

Kegiatan pertama dalam kerjasama ini adalah penyelenggaraan seminar dan workshop yang mengangkat tema “Membangun Kesadaran akan Cyberbullying.” Acara ini menghadirkan para ahli, psikolog, dan praktisi media sosial yang akan berbagi pengetahuan tentang cara mengidentifikasi, mencegah, dan menangani cyberbullying. Seminar ini juga memberikan ruang bagi peserta untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait masalah yang mereka hadapi di dunia maya.

Plt Kepala Dinas Kominfo Makassar, Ismawaty Nur, mengungkapkan, “Kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya kami untuk menciptakan ruang digital yang aman bagi masyarakat, terutama generasi muda. Kami ingin mengedukasi mereka tentang bahaya cyberbullying dan memberikan alat untuk melindungi diri mereka sendiri dan teman-teman mereka.”

Dari pihak UNM, Rektor UNM, Husain Syam, menyatakan, “Kampus kami berkomitmen untuk menjadi agen perubahan dalam masyarakat. Melalui kerjasama ini, kami berharap dapat memberikan pendidikan yang memadai kepada mahasiswa mengenai etika dan tanggung jawab di dunia digital.”

Selain seminar, program ini juga mencakup pelatihan untuk guru dan orang tua, guna membantu mereka memahami fenomena cyberbullying dan cara terbaik untuk mendukung anak-anak mereka. Dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada pendidik dan orang tua, diharapkan mereka dapat menjadi pendamping yang lebih baik dalam mendeteksi dan menangani kasus bullying di lingkungan pendidikan.

Diskominfo juga berencana untuk meluncurkan kampanye media sosial yang bertujuan untuk menyebarluaskan informasi mengenai cyberbullying, serta mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan tindakan bullying yang mereka temui di dunia maya. Kampanye ini akan melibatkan penggunaan hashtag khusus dan konten kreatif yang dapat menarik perhatian dan melibatkan audiens secara luas.

Selain itu, UNM dan Diskominfo akan membangun sistem pelaporan online yang memudahkan korban cyberbullying untuk melaporkan tindakan tersebut secara anonim. Sistem ini akan menjadi saluran yang aman dan efisien bagi mereka yang merasa tertekan dan membutuhkan dukungan.

Melalui kerjasama ini, diharapkan UNM dan Diskominfo Makassar dapat memberikan dampak positif dalam mengurangi angka cyberbullying dan menciptakan budaya digital yang lebih sehat. Kesadaran dan pengetahuan yang dibangun dari program ini diharapkan dapat memberdayakan generasi muda untuk lebih bijak dalam menggunakan teknologi dan media sosial.

Sebagai penutup, langkah kolaboratif antara UNM dan Diskominfo Makassar merupakan contoh konkret bagaimana institusi pendidikan dan pemerintah dapat bersinergi untuk mengatasi masalah sosial yang krusial. Dengan semangat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung, kedua pihak berkomitmen untuk terus berupaya dalam melawan cyberbullying demi masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *