Kordinator PKH Makassar Balikkan Fakta, Para Penerima Program Bansos Adukan Kelakuan Pendamping 

Posted by

MAKASSAR, METROTIMUR.COM  – Pernyataan Kordinator PKH Kota Makassar, Nahaban, yang menilai Dinsos Sosial tidak mengikuti jalur koordinasi terkait usulan pergantian 12 pendamping KPM dibantah oleh Plt Dinas Sosial Makassar, Iskandar Lewa.

Hal itu disampaikan oleh Plt Dinsos Makassar, Iskandar Lewa saat menerima perwakilan RT/RW dan LPM dalam kegiatan yang mengangkat tema ” Warga’ta Berbicara ” yang diselenggarakan di Kantor sosial Makassar, hadir pula para penerima PKH.

“Sangat berbanding terbalik dengan faktanya, soal usulan penggantian 12 pendamping PKH itu justru itu lahir setelah Kordinator PKH Makassar menyampaikan hasil temuannya dan itulah asal muasal usulan penggantian tersebut, ” ungkap Iskandar Lewa.

Tidak hanya itu dari temuan Korkot PKH Makassar itu sendiri dalam hal ini, Nabahan, kemudian menjadi alat bukti pelaporan ke pihak kepolisian.

“Jadi kalau dikatakan tidak koordinasi, justru Nabahan sendiri yang mendampingi saya melaporkan ke pihak kepolisian apa yang menjadi temuannya dan disertakan dengan bukti video. Jadi kalau saya dituduh sewenang – wenang, terus bukti yang ditemukan oleh Nabahan dan diserahkan ke saya itu apa namanya, kan itu bukti lapanganya, “kata Iskandar Lewa.

Kemudian yang kedua, ada fakta bahwa ada pendamping yang bukan lagi terindikasi tapi memang sudah menjadi fakta, bahwa ada pelaku dan ada korban, soal potongan dan dikuasainya kartu PKH oleh pendamping.

“Faktanya ada, saat kamis malam tanggal 27 ada penerima yang datang mengadu soal potongan dan kartunya dikuasai oleh pendamping inisial MT, kita punya rekaman CCTV, nama penerimanya Suriyani mengadu, dan saat itulah saya undang pak Nabahan, ada disitu mendengar aduan warga tersebut. Bahkan setelah mendengar langsung, kemudian Nabahan menelpon pendamping insial MT dan ia datang dan mengakui bahwa kartu PKH ibu Suriyani, pendamping itu yang pegang, jadi bukti apalagi, toh Nabahan menyaksikan dan mendengar langsung peristiwa itu, dan mendengar langsung pengakuan pendamping itu, ” terang Iskandar Lewa.

Soal bantahan pendamping PKH tidak berafiliasi dengan caleg tertentu, Iskandar Lewa juga menceritakan diwaktu yang sama di ruang kerjan Iskandar Lewa dan disaksikan oleh beberapa wartawan, bahwa Nabahan juga mengatakan, bahwa dari 5 pendamping yang ada di Rappocini ada satu pendamping yang tidak steril. Bahkan, Nabahan menyampaikan bahwa pihaknya sedang berusaha untuk mengambil alih KPMnya, karena pendampingnya dianggap tidak steril.

“Nabahan mengatakan, memang ada yang berafiliasi dengan caleg tertentu, tapi kata Nabahan yang berafiliasi itu adalah pendamping yang tidak aktif lagi, itu juga disampaikan ditempat yang sama dan disitu adak awak media, kita juga punya rekamanya, ” kata Iskandar Lewa.

Oleh karena itu adanya pernyataan Kordinator PKH Kota Makassar melalui konfrensi Persnya beberapa hari yang lalu, yang mengatakan Dinsos semena – mena terhadap pendamping dan tidak berkoordinasi, Iskandar Lewa mempertegas, bahwa pengusulan pergantian 12 pendamping PKH karena adanya temuan dan didokumentasikan lewat video, dimana dalam video – video tersebut para penerima menyampaikan hal yang dibantah oleh Kordinator PKH Kota Makassar. (Ri).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *