Makassar, metrotimur.com – Direktur Umum Saharuddin Said menyampaikan makna Hari Raya Idul Adha sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan, keikhlasan, serta mempererat hubungan antarsesama manusia.
Idul Adha: Momentum Meningkatkan Keimanan dan Keikhlasan
Menurutnya, Idul Adha mengajarkan tentang pengorbanan dan ketaatan seorang hamba kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sebagaimana kisah Nabi Ibrahim AS yang menunjukkan kepatuhan dan keyakinan penuh kepada Sang Pencipta.
Idul Adha Mengingatkan Kita tentang Ketaatan kepada Allah
“Hari ini adalah hari di mana kita diingatkan kembali tentang pengorbanan seorang hamba kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, tentang keyakinan, kepatuhan, dan ketaatan kepada-Nya. Kita harus yakin dan taat kepada Allah sebagai satu-satunya yang harus kita percaya,” ujar Saharuddin Said.
Mengorbankan Sifat-Sifat Buruk dalam Diri
Ia juga mengajak masyarakat untuk mengorbankan sifat-sifat buruk dalam diri, seperti sifat setan, kebencian, dan perilaku yang jauh dari nilai-nilai terpuji, agar menjadi pribadi yang lebih baik di masa mendatang.
“Idul Adha juga menjadi momentum untuk mengorbankan sifat-sifat buruk dalam diri kita. Semua sifat jelek harus kita korbankan supaya lebur menjadi kebaikan dan melahirkan hari-hari yang lebih baik,” katanya.
Berbagi dengan Sesama sebagai Bentuk Rasa Syukur
Pada momentum Idul Adha tahun ini, Saharuddin Said bersama keluarga turut melaksanakan kurban sapi sebagai bentuk rasa syukur dan kepedulian terhadap sesama.
“Insya Allah hari ini ada kurban sapi di rumah untuk dibagikan kepada warga sekitar, keluarga, kerabat, dan masyarakat yang membutuhkan. Semangat kurban itu adalah berbagi kepada keluarga, kerabat, dan orang-orang yang kurang mampu,” tuturnya.
Harapan untuk Idul Adha yang Lebih Baik
Ia berharap apa yang diberikan dengan penuh keikhlasan dapat diterima Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan menjadi berkah sehingga di tahun-tahun mendatang dapat kembali berkurban dengan jumlah yang lebih banyak.
Jaga Silaturahmi dan Hilangkan Dendam
Selain itu, Saharuddin Said juga menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan menghilangkan rasa dendam dalam kehidupan bermasyarakat.
“Yang paling penting adalah silaturahmi jangan pernah putus antar sesama manusia. Jangan pernah menyimpan dendam karena dendam adalah awal dari segala penyakit hati. Kalau dendam ada dalam diri, maka sifat baik dan amal baik akan sulit masuk,” jelasnya.
Ajakan untuk Membersihkan Hati dan Beramal Kebaikan
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus membersihkan hati, menjaga persaudaraan, dan memperbanyak amal kebaikan demi kehidupan yang damai dan penuh keberkahan.(**)





Tinggalkan Balasan