MAKASSAR, METROTIMUR.COM – Jumlah warga yang mengikuti vaksinasi di Kecamtan Manggala terus meningkat, namum data tidak pernah singkron antara Kelurahan dan Puskesmaes.
Tidak singkronnya data warga yang sudah melaksanakan vaksinasi diungkapkan oleh Kapus Puskemas Bangkala, drg. Marji Rumpa saat ditemui awak media di ruang kerjanya di Kantor Puskesmas Bangkala, selasa (25/01/2022).
“Saya belum bisa berikan data validnya, pasalnya ada dua kelurahan yang kami wajib layani, yakni warga Kel.Bangkala dan warga Kel. Biring Romang, butuh duduk bersama dengan para Lurah dulu, seperti apa datanya, karena kami di Puskesmas melakukan pendataan sesuai warga yang melakasanakan vaksinasi di Puskesmas Bangkala, ” kata drg. Marji Rumpa.
Menurut Kapus Bangkala, masih banyak warga yang belum terdata yang berstatus sudah melaksanakan vaksinasi, baik tahap 1 maupun yang sudah melaksanakan vaksinasi tahap 2.
“Soal kevalidan data saya yakin belum valid, pasalnya, pihak kelurahan juga punya data, kamipun dari puskesmas punya data, namun tidak pernah disandingkan dengan data kelurahan sehingga melahirkan angkanya tidak valid, berapa yang sudah vaksin dan berapa yang belum vaksinasi, ” kata drg. Marji Rumpa, Kapus Puskesmas Bangkala.
Misalnya kita temukan ada warga Kel.Bangkala melaksanakan vaksinasi di Puskesmas yang berada di Kelurahan lain, yang seperti tentunya itu tidak akan terdaftar pada buku administrasi pelayanan vaksinasi di Puskesmas Bangkala.
“Warga Bangkala tapi mengikuti vaksinasi di Puskesmas Antang atau Puskesmas Tamangapa, nah tentunya kami pasti tidak bisa mencatatkannya sebagai warga yang kami vaksinasi di Puskesmas Bangkala, tetapi memang statusnya sudah mengikuti vaksinasi, ” ungkap drg. Marji.
Oleh karena itu untuk kevalidan data maka tentunya kita berharap pemerintah Kecamatan Manggala bisa duduk bersama dengan kami dari pihak Puskesmas untuk menyandingkan data vaksinasi agar kevalidan data bisa satu pintu.
“Kan persentase itu indikatornya adalah akumulasi data wilayah, tentunya saya sebagai Kapus Bangkala berharap dan sangat menginginkan kita lakukan pemadanan data antara data Puskesmas dan data Kelurahan, ” terang drg. Marji.
Dan kita berharap data realisasi vaksinasi yang akan dilaporkan ke pimpinan tidak lagi simpang siur atau tidak valid. Ini persoalan tanggung jawab wilayah dan Pihak Puskesmas, Lurah dan Kecamatan adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan apalagi persoalan data vaksinasi, menuju 100 persen vaksinasi maka koordinasilah yang menjadi penentu, seperti apa upaya dalam menuju 100 persen vaksinasi, tutup drg. Marji Rumpa.
(ron).




Tinggalkan Balasan