W3.CSS
Makassar

Nomor Kontak WA Diblokir, Ansar Makkuasa: Akbar Polo Harus Intropeksi Diri

MAKASSAR, METROTIMUR.COM – Keberatan seorang yang mengaku sebagai wartawan atas diblokirnya nomor kontak Whatsapp pribadinya oleh Wali Kota Makassar Danny Pomanto mendapat respon dari salah seorang praktisi hukum.

DR. Ansar Makkuasa, SH, MH menilai ketersinggungan yang dilakukan oleh oknum wartawan tersebut dengan cara mempublikasi lewat media oniline atas diblokirnya nomor WA pribadinya oleh Wali Kota Makassar dinilai lucu dan seharusnya intropeksi diri. Pasalnya kata Ansar, soal memblokir nomor kontak itu kan hak setiap orang.

“Kan lucu ini Akbar Polo kenapa marah kalau diblokir. Kan dia cuma ngirim link berita dan bukan bersifat wawancara. Harusnya Akbar Polo ini tau menempatkan dirinya kalau memang seorang wartawan yang profesional, ” kata Ansar, sabtu (20/3/2021).

Yang kedua tentu jika memang betul Akbar Polo seorang wartawan yang profesional, tentu harus memahami juga, bahwa setiap orang punya hak menjawab dan tidak menjawab dalam perbincangan di media sosial, sebut saja seperti di WA.

“Apanya yang salah kalau tidak dijawab atau diblokir. Sekali lagi ketersinggungan Akbar Polo ini didasari karena merasa ingin saja diperhatikan. Pak Wali itu milik warga Makassar, jadi Akbar Polo jangan baperan, ” ucap Ansar.

Lanjut Ansar, tentu menjadi pertanyaan bagi kami sebagai Masyarakat Kota Makassar.Dan menurut saya sebagai warga kota Makassar dan juga sebagai ketua RW di kota Makassar, bahwa pak Walikota Makassar tidak memiliki Type seperti itu apalagi klu hanya ini berkomunikasi pasti beliau sangat respon jangankan teman2 pers.

“Kami saja para ketua RT/ RW selalu berkoodinasi, ” ungkapnya.

Jadi kalau ada oknum wartawan merasa WAnya diblokir oleh Pak Walikota perlu menjadi pertanyaan buat kita semua. Siapa oknum wartawan tersebut dan kalau teman – teman wartawan mau memberitakan terkait kondisi kota Makassar untuk apa juga dikirim ke WA pribadi Pak Wali.

Baca juga :  Begini Tanggapan Warga Terkait Kinerja Satgas Drainase PU

“Beritakan saja sepanjang berita tersebut tidak bertentangan dengan UU No.40 Tahun 1999. Kami berharap kepada oknum wartawan tersebut untuk negatif thingking dengan pak Wali. Prosesi politik sudah selesai tugasnya kita sebagai Masyarakat untuk mengawal program Pemkot Makassar, tutup Ansar.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

To Top