W3.CSS
Makassar

Pemkot Makassar Tidak Adil, Lego – Lego Diistimewakan, Pedagang Anjungan Losari Dianaktirikan

MAKASSAR, METROTIMUR.COM – Penerapan protokol kesehatan di Kota Makassaar sepertinya sudah tidak lagi menjadi target kerja Peje Rudy Djamaluddin. Pasalnya Lego – Lego yang disebut sebagai destinasi wisata yang baru di Pesisir pantai Losari sudah dipadati pengunjung, namun naas sebagian para pengunjung masih terlihat santai tanpa menjaga jarak dan tanpa masker.

Dari hasil investigasi, jum’at malam (12/2/2020) tidak hanya soal jagar jarak yang tak diterapkan, peraturan pembatasan jam aktivitas yang juga diterapkan oleh Peje Rudy dengan hanya memberi kelonggaran hanya sampai pukul 22.00 wita bagi para pedagang dan para pengusaha yang beroperasi hingga malam hari, di Lego – Lego yang baru saja diresmikan oleh Pemerintah Kota Makassar justru sepetinya tidak berlaku atas pembatasan waktu tersebut.

Saat awak media mempertanyakan terkait pembatasan waktu operasi Lego – Lego, salah seorang Security yang bertugas di gerbang masuk Lego – Lego mengatakan, bahwa jadwal operasi Lego – Lego hanya sampai jam 22.00 Wita, “Iya pak, hanya sampai jam 10.00 malam, tapi kadang lewat jam 10, tergantung kepadatan pengunjung pak, kadang jam 10 lewat,” ungkapnya.

Video Lego – Lego Makassar

Penelusuran berlanjut di Anjungan Pantai Losari, salah seorang pedagang pisang epe anjungan losari saat dimintai keterangan terkait pembatasan waktu yang diterapkan oleh Peje Rudy, mengatakan, bahwa batas waktu operasi hanya sampai jam 20.00 Wita.

“Sampai jam 10 malam saja pak tidak bisa lewat karena kami di sini diawasi sama Satpol PP, mau diapa pak, namanya juga aturan pemerintah kita harus patuh, ” ucapnya.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, ada perbedaan perlakuan yang dilakukan oleh Pemkot Makassar atas batasan waktu operasi Lego – Lego dengan para pedagang anjungan pantai losari. Dari keterangan Sekretaris Satpol PP Kota Makassar, Iqbal Asnan mengatakan, bahwa untuk pembatasan waktu bagi pedagang di anjungan pantai losari ditandai dengan dipadamkannya lampu diareal anjungan pantai losari.

Baca juga :  Eratkan Kebersamaan, LPM Kota Makassar Gelar Silaturahim di Manggala

“Untuk pembatasan waktu pedagang yang di anjungan losari, tepat jam 10 malam lampu dipadamkan. Jadi kan ada UPTD di Anjungan itu, jadi ketika waktu masuk jam 21.00 sampai jam 21.30, pihak UPTD mengumumkan kepada pedagang di Anjungan Losari untuk berbenah karena tepat jam 22.00 Wita pihak UPTD akan matikan lampu penerangan disekitar Anjungan Losari, ” terangnya.

Terkait penempatan Satpol PP di Lego – Lego, Iqbal mengatakan, bahwa sampai saat ini belum ada perintah dari Peje Walikota untuk menugaskan Satpol PP di Lego – Lego.

“Sampai saat ini kami belum dapat perintah dari Pimpinan untuk menempatkan personil di Lego – Lego, ” sambung Iqbal.

Diketahui sebelumnya, pasca aksi protes yang dilakukan oleh Asosiasi Usah Hiburan Malam (AUHM) Kota Makassar dihalamam Gedung Balaikota Makassar, rabu (10/2/2020), dimana AUHM menuntut Pemkot Makassar atas kebijakan Peje Rudy atas pembatasan waktu operasi hanya sampai jam 20.00 Wita dan perhatian kepada para pekerja THM.

Peje Rudy kepada awak media mengatakan, bahwa ia belum bisa memberikan kelonggaran diatas jam 22.00 wita. Selain itu aturan pelarangan penyajian makanan pada peseta pernikahan Peje Rudy juga menegaskan agar tidak menggunakan sajian makaman dalam bentuk prasmanan, sementara pada peresmian Lego Lego nampak para tamu disajikan makanan dalam bentuk prasmanan.

“Kita belum bisa berikan kelonggaran diatas jam 10 malam, ” kata Pj Rudy. (Ri).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

To Top