W3.CSS
Makassar

Penyalur Bansos APBN Saling Tunjuk, Paket Beras Rastra Dikerumuni Semut dan Kutu

MAKASSAR, METROTIMUR.COM – Penanggung jawab paket Rastra Bansos APBN yang menumpuk di Kelurahan Bantabantaeng angkat bicara. Paket Bansos Rastra yang tidak  tersalurkan dikerumuni semut dan kutu.

Diketahui sebanyak 208 paket Beras yang merupakan Bansos bantuan dari pemerintah pusat terkendala penyalurannya akibat tidak jelasnya struktur pendistribusiannya.

Dari keterangan Plt Lurah Bantabantaeng, A.Ahmad Muhajir Arief mengatakan, bahwa sebanyak 208 paket Bansos APBN menumpuk dan tidak tersalurkan ke warga akibat tidak adanya kejelasan siapa pihak yang bertanggung jawab. Andi Ahmad mengungkapkan, bahwa dirinya sebagai Plt Lurah hanya diberi tanggung jawab sebagai tempat titip sementara paket Rastra tersebut.

“Awalnya kan penyuplainya cuma menyampaikan ke kami, bahwa ia minta kantor Lurah sebagai numpang tempat titip saja, makanya kami desak pihak penanggung jawab untuk segera menuntaskan penyalurannya, tetapi hampir 2 minggu pihak penanggung jawabnya tak kunjung datang untuk menyalurkan paket Rastra tersebut, baru hari ini datang ke kantor, ” terang Andi Ahmad, Plt. Lurah Bantabantaeng, ahad (18/9/2021).

Bahkan kata Ahmad yang akrab disapa Selo ini mengatakan, bahwa ia sudah melaporkan ke pihak yang pernah menitipkan paket Rastra di Kantor Lurah Bantabantaeng termasuk melaporkan ke pihak BPKP.

“Saya sudah laporkan juga minggu lalu ke pegawai BPKP untuk tindak lanjuti ini pihak DNR kanda, tapi baru hari ini ada tindak lanjut. Parahnya lagi saya sebaai Plt Lurah juga dipaksa bertandatangan atas keberadaan Paket Rastra itu, sementara mereka sendiri bilang kalau hanya numpang titip saja, ” kata Selo.

Dari hasil penelusuran, pihak penanggung jawab Bansos Rastra yanga berhasil dihubungi mengatakan, bahwa ia sendiri bingung pada proses pendistribusian paket Rastra APBN tersebut. Pasalnya tugas yang diembankan hanya menyuplai ke kelurahan saja.

Baca juga :  Kebiasaan Fatma Usai Kampanye, Bincang Santai dan Dengar Keluh Kesah Warga

“Saya juga bingung pak, soalnya saya ini hanya orang luar yang dikontrak untuk menyuplai ke masing – masing kelurahan, soal siapa yang menyalurkan ke warga saya juga tidak tahu, tapi memang ada data penerimanya. Kita berharap para RT/RW lah yang akan menyalurkan ke warga, ” kata Ardan, penanggung jawab Rastra tingkat Kelurahan.

Ardan kembali menegaskan bahwa dirinya bukan ditugaskan sebagai tim penyalur ke warga, “saya hanya minta tolong saja sama pihak kelurahan untuk titip paket Rastranya, ” tegas Ardan. Bahkan dari info yang juga terjaring, untuk pembagian paket Bansos Rastra di Kota Makassar ada orang yang diberi tugas sebagai Kordinator Daerah (Korda), namun belum diketahui siapa pihak yang menunjuk jabatan Korda untuk penyaluran Bansos Rastra.

“Saya juga bingung pak…bagaimana mekanisme penyalurannya. Memang ada data penerimanya, tapi saya cuma dapat data nama calon penerimanya, data itu juga katanya data dari pusat, saya hanya menjalankan tugas dari pihak Bulog saja, soal data saya tidak tau apalagi nama atau orang yang akan menerima paket Rastra itu, ” jelas Ardan.

Untuk oknum yang ditunjuk sebagai penanggung jawab Daerah atau Korda untuk Bansos Rastra APBN ini dari keterangan Plt Lurah, oknum tersebut sulit sekalo untuk dihubungi menurut tim distribusi dari Bulog.

“Saya tadi tanyakan siapa penanggung jawab sebenarnya, katanya Kordannya seorang perempuan dan orangnya susah sekali dihubungi, sepertinya orang penting. Katanya warga jl. Cendrawasi Makassar inisial ZA, ” kutip Selo.

Andi Ahmad menambahkan, bahwa saat ini Paket Bansos Rastra APBN ini pada proses penjemuran diakibatkan lamanya menumouk dan tidak tersalurkan, sehingga dikerumuni semut dan kutu. Sementara ada beberapa paket sudah mengalami kerusakan dan tidak layak untuk dikonsumsi, tambah Andi Ahmad. (ri).

Baca juga :  Kampanyekan Pengembangan Wisata Pulau, Danny Minta Dukungan Semua Pihak

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

To Top