Makassar, metrotimur. com – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan setiap hari Senin pertama di bulan Oktober sebagai Hari Habitat Dunia (HHD). Untuk memperingati Hari Habitat Dunia 2017 di Indonesia mengangkat tema “Menuju Terwujudnya Kota Cerdas di Indonesia”.
Tema tersebut sejalan dengan upaya Kementerian PUPR untuk mendorong terwujudnya 100 Kota Cerdas di Tahun 2030.
“Hal ini sebagai respon akan laju urbanisasi yang tinggi di Indonesia sebagai suatu fenomena yang pasti akan terjadi dan tidak dapat dihindari,” Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sri Hartoyo di Jakarta, Senin (6/11/17).
“Penataan kawasan perkotaan sesuai yang diharapkan, diperlukan komitmen pemerintah Daerah dan melibatkan peran aktif masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya pada setiap tahapannya, baik pada tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pemanfaatan dan pemeliharan karena tanpa adanya kepedulian dan partisipasi masyarakat maka program ini tidak akan berjalan dengan optimal, ” kunci Sri Hartoyo.
Sementara itu salah satu Kota di Indonesia yang merespon langsung sejak awal pemerintahannya, Walikota Makassar yang berlatar belakang arsitektur, Ir. Ramdhan Pomanto “Danny” Pomanto menjelaskan konsep Sombere and Smart city yang diakui menjadi kunci kesuksesannya membangun Kota Makassar dari lorong. Smart, menurut Danny adalah perangkat keras, pekerjaan yang terlihat hasilnya. Sementara itu, Sombere adalah perangkat lunak, piranti yang tidak terlihat.
Bagi Danny, Sombere dan Smart City adalah konsep yang menggabungkan kesuksesan kota Makassar mengikuti teknologi namun tetap diimbangi oleh lokal karakter kuat masyarakat Makassar yang ramah dan menjaga kehormatan tamu-tamunya. Makassar juga adalah Kota di mana penduduknya itu cukup parsipasitif. Hal itu dibuktikan misalnya dengan lorong garden. Semua lapisan masyarakat itu dalam beberapa kegiatan, baik kegiatan kemasyrakatan maupun pemerintahan hingga ke lorong-lorong.
“Dengan tingginya tingkat partisipasi masyarakat di Kota Makassar kita dapat asumsikan masyarakat ingin yang terbaik untuk lingkungannya di semua lapisan. Dari situ kita mulai pembangunan terbaik yang memungkinkan pemerintah untuk membangun dan mengembangkan infrastrukur secara lebih transparan dan akuntable dan berkelanjutan, ” kata Danny. (Ron).




Tinggalkan Balasan