Makassar, metrotimur.com – Hari ini Dinas Perikanan Dan Pertanian bersama dengan Ketua TP PKK Kota Makassar di dampingi oleh assten II Pemkot, Kusaiyyeng melepas 126.000 bibit ikan nila di waduk Tunggu Antang Kecamatan Manggala, Makassar, jum’at pagi (5/5/17).
Pelepasan ikan bibt ikan ini merupakan implementasi dari visi misi walikota Makassar dalam merokonstkusi nasib rakyat, terjemahan dari melepas bibit ikan tersebut adalah merupakan pemanfaatan lahan yang ada, seperti waduk tunggu ini untuk kemudian akan di nikmati oleh warga sebagai wadah untuk membantu perekonomian masyarakat yang ada di wilayah Manggala yang menggantungkan hidupnya sebagai penangkap ikan.
” jadi restocking benih ikan tawar ini adalah merupakan implementasi dari program walikota Makassar dalam merekonstruksi nasib rakyat, artinya Pemerintah memberikan perhatiannya bagi warga yang ada di Kecamatan Manggala yang menggantungkan hidupnya sebagai penangkap ikan “, Kata Kadis Perikanan Dan Pertanian, Rahman Bando.
Harapannya, jika kita sudah tebar benih berarti akan ada yang akan dipanen, jika masyarakat memanen berarti akan ada hasil, entah apakah akan di jual atau untuk kebutuhan dapurnya, jadi manfaatnya semata – mata untuk bagaimana masyarakat bisa lebih terbantu lagi perekonomiannhya,terang Rahman Bando.
Oleh sebab itu , lanjut Rahman Bando,” hari ini kita menebar 126.000 bibit ikan tawar (Nila) bersama Ibu Ketua TP PKK Kota makassar, indira jusuf Ismail, kita berharap dalam 4 sampai 6 bulan kedepan, ikan – Ikan itu sudah bisa di panen dan berkembang biak , sehingga secara berkesinambungan bisa di dapatkan hasilnya oleh masyarakat yang ada di kecamatan manggala, Kata Rahman Bando.
Rahman Bando menambahkan, Salah satu strategi Pemerintah dalam merekonstruksi nasib rakyat, adalah pemanfaatan lahan yang ada, kemudian kita ciptakan wadah untuk di kelola sendiri oleh masyarakat dan tentunya peran pemerintah dalam hal tersebut ialah dengan memberikan modal awal, seperti yang kita lakukan hari ini, lahan ada kemudian kita isi bibit ikan dan sifatnya berkesinambungan.
” kita tebar bibit ikannya, bertelur dan berkembang biak, ada yang bisa di panen, kemudian bibit yang baru lahirnya akan menjadi pelanjut, sehinngga mayarakat juga akan meikmatinya secara berkesinambungan “, tambahnya. (Ron)




Tinggalkan Balasan