MAKASSAR, METROTIMUR.COM – Pembangunan Smart Toilet yang telah dilaksanakan ole Dinas Pendidikan Kota Makassar pada tahun 2018 diawali dengan permintaan lahan oleh oknum pejabat Dinas Pendidikan lewat via telepon kepada pihak Sekolah.
Ada 2 Smart Toilet yang dibangun oleh Dinas Pendidikan Kota Makassar pada Sekolah Tingkat Menengah (SMP) pada tahun 2018 di Kecamatan Manggala sampai saat ini belum juga digunakan oleh pihak sekolah termasuk para siswa didalammya.
Menurut keterangan salah satu Kepala SMPN di Kecamatan Manggala mengatakan, bahwa awal mula pembangunan Smart Toilet, salah satu oknum pejabat di Dinas Pendidikan Kota Makassar pada tahun 2018, meminta kepada Kepala Sekolah untuk menyiapkan lahan untuk pembangunan kamar kecil (Toilet).
“Saya dihubungi oleh orang Dinas Pendidikan, yang menghubungi saya itu meminta lahan dalam areal sekolah untuk pembangunan toilet, luasan yang diminta sekira 6 meter kali sekian, saya kurang ingat luasan yang diminta karena sudah 4 tahun yang lalu itu awalnya, ” ungkap Kepsek, kamis malam (14/07/2022).
Kami pun dari pihak sekolah akhirnya menyampaikan, bahwa ada lahan kalau hanya luasan seperti yang diinginkan oleh Diknas Pendidikan, sambung Kepsek.
Saat ditanyakan siapa pihak atau oknum Diknas yang menghubunginya untuk meminta lahan pembangunan Smart Toilet, menurut Kepala Sekolah SMP tersebut, ia tidak mengenal oknum Disdik tersebut.
“Saya tidak kenal orang yang menelpon saya waktu itu, yang pastinya dia mengaku dari Dinas Pendidikan Kota Makassar dan kesannya proyek tersebut sangat mendesak untuk segera dilaksanakan, ” kata Kepsek.
Kembali awak media mempertanyakan terkait kondisi dan pemanfaatan Smart Toile yang dibangun oleh Dinas Pendidikan, Kepsek tersebut menjelaskan, bahwa sampai saat ini Toilet itu tidak pernah digunakan, bahkan terbengkalai karena pekerjaannya tidak tuntas.
“Kami belum gunakan sampai saat ini (tahun 2022) karena belum ada penyerahan bangunan kepada kami sebagai pihak Sekolah. Kemudian pekerjaan bangunan Toilet itu juga belum rampung karena ditinggal pergi oleh yang mengerjakan, jadi tidak ada serah terima barang dari Diknas Pendidikan atau dari pihak Kontraktor ke kami, makanya kami tidak mau gunakan, ” jelas Kepsek.
Mengenai Program Smart Toilet, apakah sebagai pihak Kepala Sekolah yang mendapat jatah pembangunan tersebut pernah mendengar bahwa Smart Toilet itu merupakan program Wali kota dan Wakil Walikota Makassar saat itu?. Kepsek mengatakan, bahwa ia selaku Kepala Sekolah tidak pernah mendengar bahwa akan ada pembangunan Smart Toilet di sekolah.
“Saya tidak pernah dengar kalau ada program Smart Toilet dari Pemkot Makassar , itu tadi yang sampaikan, bahwa pembangunan Smart Toilet ini tiba – tiba saja dan ada oknum pejabat dari Diknas yang meminta lahan untuk pembangunan, jadi kalau dikatakan Program terencana pasti kami akan tahu, tapi inikan tiba – tiba saja Disdik perintahkan siapkan lahan, ” ungkap Kepsek.
Saat dikonfirmasi kepada Kepsek tentang siapa Kepala Dinas Pendidikan saat rencana pembangunan Smart Toilet sampai pelaksanaan pembangunan Smart Toilet itu, Kepsek mengatakan, ” Kalau tidak salah ingat kepala Dinas Saat itu Bapak Rahman Bando, ” jawab Kepsek.
Berikut Penjelasan Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar

Sementara itu ditempat yang berbeda, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar Muhyiddin menjelaskan proyek smart toilet sepenuhnya menjadi tanggung jawab dinas pendidikan Makassar. Proyek yang bersumber dari Dana Insentif Daerah (DID) ini murni diselenggarakan Disdik dan bukan sebagai program wali kota Makassar. Karena memang tidak terdapat dalam RPJMD Kota Makassar.
“Jadi proyek ini tidak ada hubungannya dengan program pak wali kota. Mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan teknis di lapangan itu semua tanggung jawab Disdik Makassar,” tegas Muhyiddin, Kamis (14/7/2022).
Guna menglarifikasi hal tersebut Ia mengaku telah memenuhi panggilan kejaksaan untuk memberikan keterangan sebagai saksi. Muhyiddin mengatakan mendukung sepenuhnya langkah Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan penyelidikan apabila ada indikasi dugaan penyimpangan di dalamnya.
<span;>“Kami akan selalu kooperatif dan sepenuhnya mendukung serta menghargai proses hukum yang berjalan saat ini. Sebagaimana juga bapak wali kota Makassar yang selalu mengingatkan kami untuk menjalankan program sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku,” bebernya.
Terkait pekerjaan smart toilet yang dianggap bermasalah, dia menyerahkan sepenuhnya ke APH.
Sesuai informasi yang diterima dari pihak sekolah kata Muhyiddin, smart toilet yang dibangun sejak 2018 lalu masih tetap difungsikan hingga saat ini.
Jika pun ada beberapa yang tidak berfungsi, Muhyiddin menduga terjadi di masa pandemi pada pemerintahan Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar selama dua tahun. Ia memperkirakan pada masa pandemi itu tidak pernah dianggarkan untuk biaya perawatan. Selain karena tidak dilaksanakannya pembelajaran tatap muka, juga kemungkinannya karena alokasi anggaran yang direfokusing untuk program perioritas saat itu.
“Bisa saja karena tidak ada aktivitas di sekolah, jadi tidak terpelihara sehingga ditemukan beberapa yang rusak saat ini,” punkasnya.
Lebih lanjut dijelaskan Mantan Sekdis Dinas Sosial Makassar ini, proyek Smart toilet dilaksanakan pada masa jabatan Kepala Dinas sebelumnya, Abdul Rahman Bando. Dialah yang merupakan Pengguna Anggaran (PA) pada proyek senilai Rp.17 miliar tersebut di 84 SD-SMP dengan menggunakan anggaran yang bersumber dari Dana Insentif Daerah (DID).
“Kami konfirmasi pihak sekolah itu jalan. Artinya ada (smart toilet). Kalau soal kesuaian spesifikasi itu kita percayakan saja ke APH, tunggu hasil penyelidikannya nanti seperti apa,” ujarnya. (*/ri).
