W3.CSS
Makassar

Tidak Patuh, Wali Kota Makassar Ancam Tutup Mal Panakukang

MAKASSAR, METROTIMUR.COM  – Tim Satuan Tugas (Satgas) Pengurai Kerumunan (Raika) menemukan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) di Mal Panakkukang (MP), Makassar.

Bahkan Satgas Raika sudah menegur pihak pengelola secara lisan saat melakukan razia, Sabtu malam kemarin (01/05/2021).

“Kami sudah tegur juga pada pelaku usaha di dalam MP. Kami temukan dua pelanggaran. Pertama prokes, dan kedua soal surat edaran pembatasan jam malam. MP tetap beroperasi sampai jam 21.00 WITA,” kata Master Recover Panakkukang, Andi Pangeran Nur Akbar, Minggu (02/05/2021).

“Harusnya kan, jam 21.00 WITA, sudah tidak ada lagi aktivitas di MP,” lanjutnya.

Mendengar hal itu, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto melakukan inspeksi mendadak (sidak) di MP, malam tadi. Didampingi Ketua Satgas Raika, Iman Hud.

Di lokasi, memang terlihat jelas jumlah pengunjung membludak. Bahkan, terjadi kemacetan arus lalu lintas di sekitaran MP. Utamanya di Jalan Boulevard.

“Jumlah pengunjung juga harus dibatasi sampai 3.500 orang. Besok, kami akan tempatkan satgas. Kami akan berkoordinasi dengan pihak kecamatan soal pembatasan pengunjung. Sekaligus meminta kecamatan mengeluarkan surat teguran. Penempatan satgas kita mulai dari jam 2 siang sampai jam 9 malam,” lanjut Andi Pangerang.

Sementara itu, Danny Pomanto saat di MP menegur langsung pihak pengelola. Agar menerapkan sistem prokes covid-19 di tiap pintu keluar dan masuk.

Menurut dia, Pemkot Makassar tidak melarang aktivitas perekonomian. Hanya saja penyebaran virus corona harus diwaspadai.

“Jadi total pengunjung seharusnya sebanyak 3.350 orang saja. Setelah ini pintu mal ditutup sementara. Ada lagi yang keluar misal 10 orang yang keluar nah baru boleh dimasukkan lagi 10 orang yang lain. Begini sistem kerja protokol pintu masuk,” terangnya.

Baca juga :  AIGI Makassar Gelar Wisuda, Pihak Kampus Paparkan Beasiswa dan Kemajuan Kampus

Dari data pihak pengelola, jumlah tenant di MP mencapai 670 unit. Dengan begitu lanjut Danny Pomanto, setiap tenant hanya dapat dikunjungi lima konsumen saja.

Dia pun tegas mengatakan, akan memberi sanksi kepada pengelola MP jika ke depan masih tetap tidak mematuhi prokes dan surat edaran.

“Jalan tempuh terakhir jika masih tidak menerapkan prokes maka izin mal akan dicabut,” tegasnya

“Kami tak mau kejadian di India terjadi di Kota Makassar. Saya tidak larang berjualan tapi tolong saling jaga, biar Makassar bisa segera memutus rantai covid-19,” pungkasnya.

Tidak hanya untuk MP, Danny akan melakukan hal yang sama di semua Mal dan tempat usaha lainnya.

“Besok pengelola (mal) kami akan panggil rapat di balaikota. Dan beberapa perwakilan tenant. Saya akan menyampaikan teguran langsung,” kuncinya. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

To Top